Profil dan Biodata Ratna Sarumpaet Aktivis Pemberani Asal Indonesia

By | April 11, 2016

Ratna Sarumpaet sosok perempuan kelahiran Tarutung, 16 Juli 1949 ini. Bergelut di organisasi sosial kemasyarakatan namun saat ini putri pasangan Saladin Sarumpaet dan Yulia Hutabarat ini telah dikenal sebagai seorang Aktivis. Jauh sebelum itu, beliau pernah terjun ke dunia teater. Adik kandung aktirs Mutiara Sani ini juga pernah berkuliah di Fakultas Teknik Arsitektur dan Fakultas Hukum UKI.

Beliau memutuskan untuk belajar theater secara otodidak kemudian membuat kelompok Teater Satu Merah Panggung di tahun 1974. Sebagai seniman teater, Ratna tak hanya pandai berakting di atas panggung, namun juga lihai menulis naskah drama yang kebanyakan temanya adalah seputar nasib orang-orang pinggiran.

profil dan biodata ratna sarumpaet via liputan6

profil dan biodata ratna sarumpaet via liputan6

Naskah yang pertama kalinya ditulisnya berjudul Rubayat Umar Khayam yang dibawakan berbarengan sanggar teater kepunyaannya. Naskah-naskah itu lalu dipentaskan keliling kota, propinsi, sampai mancanegara. Pada 1997, Ratna menghadiri 4th International Woman Playwright Center di Galway, Irlandia. Pada th. yang sama, ibu empat anak ini lakukan presentasi mengenai naskah-naskah drama yang ia catat di Jerman serta Inggris. Dari panggung teater, bekas istri mendiang Achmad Fahmy Alhady ini lalu merambah dunia tv serta film sebagai penulis skenario serta sutradara. Dalam kemampuannya sebagai editor film, Ratna bahkan juga pernah bekerja bersama dengan MGM, Los Angeles, Amerika Serikat..

Ia juga menuntut pemerintah untuk mengusut selesai masalah terbunuhnya Marsinah yang berlangsung di th. 1993. Sayangnya, September 1997, Kepala Kepolisian RI tutup masalah pembunuhan Marsinah dengan dalih DNA korban terkontaminasi. Saat itu, Ratna sadar kalau negara tengah berupaya membungkam rakyat Indonesia mempermasalahkan nasib buruh kecil dari Sidoarjo itu.

Kurun waktu begitu singkat, ia melahirkan karya monolog Marsinah Menuntut serta mengusungnya dalam satu tour ke sebelas kota di Jawa serta Sumatera. Karena dikira sebagai karya provokatif, Ratna serta timnya selalu memperoleh desakan dari pihak aparat di tiap-tiap kota yang mereka datangi. Di Surabaya, Bandung serta Bandar Lampung, pertunjukan ini bahkan juga dibubarkan dengan cara represif oleh sekitaran lima beberapa ratus pasukan anti huru-hara dilengkapi senjata serta tank. Tetapi didunia internasional, Marsinah Menuntut banyak dipentaskan di beberapa puluh negara oleh beragam grup teater profesional, serta dalam tiap-tiap pementasannya, Ratna ada sebagai pembicara.

sumber gambar liputan6.com